Senin, 07 Juli 2008

TROTOAR #2, TROTOAR=TEMPAT JUALAN

Kalo aku ada jadwal kontrol gigi di Semarang, biasanya aku minta bantuan sodara-sodaraku –Mbak Nada atau Cempluk- untuk nemenin atau lebih tepatnya ngenterin aku, karena aku ke Semarang nggak cuma untuk kontrol tapi juga sekalian jalan-jalan.
Tapi berhubung Mbak Nada sekarang sedang hamil muda dan Cempluk juga lagi senang-senangnya menyiapkan hari bahagianya, aku jadi nggak tega merepotkan mereka berdua. Jadilah, sabtu kemarin aku berpetualang sendiri menyusuri kota Semarang. Hayyyahhh!!!
Selesai periksa, aku langsung menuju ke toko bahan-bahan aksesoris di Jl. Pemuda untuk menceri titipan mabkyu-mbakyuku. Setelah selesai belanja titipan mbak-mbakku, aku pindah tujuan ke daerah Kranggan. Aku pikir dari Jl. Pemuda ke Kranggan jaraknya nggak begitu jauh. Jadi aku putuskan untuk jalan kaki saja. Pas udah jalan, baru nyadar kalo jaraknya ternyata jauh juga. Tapi mau naik angkot juga nanggung. Mau naik becak, saat itu nggak ada becak lewat. Ya sudahlah, ku teruskan saja jalan kakiku.
Ternyata saudara-saudara….., di Semarang sama aja dengan di Rembang! Trotoar di sepanjang Jl. Pemuda hampir semuanya dipenuhi sama pedagang kaki lima atupun warung-warung semacam Angkringan gitu. Trotoar dikuasai oleh para pedagang itu. Pfuiihhh!!!
Tak ayal –wiihhh bahasaku gaya kali ya? :p-, jalanku seperti zig-zag. Kadang-kadang di trotoar, kadang-kadang di jalan aspal.
Sebelnya, para pemakai jalan aspal (baca: yang naik motor & yang naik mobil) seperti nggak mau mengerti kondisi pejalan kaki yang ‘terusir’ dari jalannya. Aku dan beberapa pejalan kaki lainnya yang berjalan di jalan aspal berkali-kali diklakson disuruh minggir. Padahal kami jalannya udah minggir banget lho! Mau naik ke trotoar juga susah, wong warungnya menuhin lebar trotoar. Jadilah kami jalan meripit-meripit. Menyedihkan sekali….
Kapan ya pejalan kaki di negeri ini diperhatikan ‘nasibnya’. Padahal kami udah berjasa dengan nggak menyumbang asap yang menjadikan polusi udara. Bukannya dikasih tempat yang layak, malah dipaksa mengalah terus.
Nasib ya nasib… sekali lagi, Sabarrrr…. Sabarrrr….


NO SMOKING!!!!

Hari Sabtu kemarin aku pergi ke Semarang. Bis yang kunaiki penuh banget, tapi Alhamdulillah aku masih kebagian kursi. Aku duduk di kursi yang untuk 3 penumpang. Sebelahku 2 bapak-bapak yang sepertinya bersahabat.
Aku berusaha menyaman-nyamankan diriku didalam bis yang sama sekali nggak nyaman karena saking penuhnya penumpang.
Penuh-sesaknya bis plus bau penumpang-penumpangnya, tak ku hiraukan. Aku mencoba menciptakan ‘duniaku’ sendiri. Halaahh!!!
Tapi…. Baru beberapa menit bis berjalan dari terminal Rembang, bapak-bapak yang duduk tepat disebelah kiriku mengeluarkan sesuatu berwarna putih dari saku T-Shirtnya. ROKOK!!!! OWW S**T!!!
Sebelnya, bapak-bapak yang satunya lagi malah menyemangati temannya untuk merokok. “yo rokoki ben ra ngantuk!” katanya.
Begitu dia mulai menyalakan rokoknya, aku langsung mengambil tissue dan langsung menutup hidung dan mulutku sambil memalingkan mukaku. Sengaja aku ‘over acting’, biar dia kerasa. HUHHHHH!!!!!
Melihat reaksiku yang ‘over’, penumpang sebelahku itu langsung menyampaikan permohonan maafnya; “wah.. mbake kenek beluke. Ngapuntene nggih mbak…” . ku lirik saja dia tanpa menanggapi permintaan maafnya.
Ternyata penumpang sebelahku sama sekali nggak berperasaan. Memasuki kota demak, dia mengeluarkan lagi rokoknya. OH MY…. Tega sekali orang ini. Kalo saat itu bisnya nggak penuh, aku bisa saja langsung pindah tempat duduk. Jangankan pindah kursi, mau berdiri aja susah. Yah… nasibku hari itu memang agak sial.
Tapi Tuhan Maha Baik, baru beberapa isapan -oya, sebelum mulai ngerokok, dia minta maaf lagi sama aku. Dan tetap aku cuekin. HUHHH!!!-, penumpang didepanku -ibu-ibu yang lagi repot dengan anaknya yang hoak-hoek terus- menegurnya. Sepertinya ibu itu bukan orang Jawa. Logatnya seperti orang Batak gitu. “PAK!!! DI DALAM BIS JANGAN MEROKOK PAK!! PUSING INI KEPALA!! MATIKAN PAK ROKOKNYA!!!” semprot ibu ‘Batak’ itu dengan suara kenceng. Dalam hati aku teriak senang “ YESS!!!! YESS!!! Rasain luuu…!!!”.
Udah disemprot kayak gitu, nggak cepet-cepet dimatikan juga rokoknya. Malah penumpang satunya, yang aku tebak sahabat penumpang yang merokok itu, mbelain sahabatnya. “kalo nggak negrokok, ngantuk Bu..” belanya nggak penting. Batinku, “bukan yang nyopir aja kok! Ngantuk lak wis noo..”.
“TAPI INI DI BIS PAK!! JANGAN MEROKOK DI DALAM BIS PAK!! PUSING PAK!!!” bentak ibu ‘Batak’ dengan suara yang masih saja kenceng.
Sekali lagi, aku menjerit senang dalam hati; “OW YESSS!!!! Rasain… rasain…!!!”. Dibalik tissue yang menutup mulutku, aku tersenyum senang -dan menang! Hehehe….
Akhirnya, mungkin karena malu, penumpang sebelahku mematikan rokoknya. Cihuyyy!!! Bebas euuuyyyy!! “Terimakasih ibu ‘Batak’. Kau dewi penolongku..”.
Sebenarnya, aku nggak sebel-sebel amat sama perokok. Orang mau ngerokok atau nggak, itu hak masing-masing orang. Tapi tau diri dan tau tempat juga dong. Kita nggak bisa mementingkan hak kita terus kan??
Kalo pake mobil sendiri, terserah deh! Mau ngerokok sampe gondrong juga bisa-bisa aja. Tapi kalo di bis?? Punya perasaan dikit lah….
Ngomong-ngomong soal rokok, pagi-pagi sebelum berangkat ke Semarang, aku sempat nonton infotainment dulu. Salah satu beritanya, si Zaskia Adya Mecca yang sekarang lagi rame dibicarakan karena beberapa kali tertangkap kamera sedang merokok. Upss!!! “OW.. OW.. Kamu ketahuaaann…..”
Foto-foto saat dia asyik ngerokok beredar di internet. Sejak itu pula, dia jadi susah dikejar. Ditunggu-tunggu wartawan, nggak keluar-keluar juga statementnya., Malah Zaskia dinilai bersikap terlalu berlebihan karena membawa bodyguard ke lokasi syuting. Wahhh… Mariah Carey kallleeee…..
Kalo dia ngga pake jilbab, pasti nggak akan heboh tuh wartawan-wartawan. Artis kan banyak juga yang ngerokok tapi nggak diutak-atik sama mereka.
Berhubung Zaskia dikenal sebagai artis yang religius, yang nggak pernah mau ngelepasin jilbabnya, yang selalu bersikap manis, ketika kemudian kepergok melakukan sesuatu hil yang mustahal –Hallaahh!!- (baca:merokok), akhirnya ya jadi rame deh!! Jangankan perempuan berjilbab, perempuan nggak berjilbab pun kalo ngerokok juga masih sering dapat cap negative dari masyarakat.
Kalo Zaskia sekarang ini nggak ngomong-ngomong juga, mungkin dia lagi bingung. “Enaknya pake alasan apa ya?”. Gitu kali yang dipikirin dia. Hihihi….
Aku juga jadi penasaran dan menunggu-nunggu statementnya Zaskia. Pengen tau dia bakal ngomong apa. Mau nggak ngaku juga kayaknya susah. Lha buktinya autentik banget je!! Kalo nggak ngaku malah ntar semakin buruk citranya. Ya nggak seehhh saudara-saudara??!!!
Dari cerita di dalam bis dan juga Zaskia, sudah terbukti kalo rokok tidak hanya menyenangkan pengisapnya tapi rokok juga bisa merepotkan pengisapnya. Nahhh…, daripada dibikin repot sama rokok, kenapa nggak mencoba berhenti saja? Dijamin, pasti lebih sehat!! Hehehehe…..


Jumat, 04 Juli 2008

TROTOAR #1, TROTOAR=TEMPAT PARKIR

Pagi ini aku pergi belanja ke toko. Karena tokonya nggak begitu jauh, aku pergi dengan berjalan kaki. Begitu belok dan kakiku menginjak trotoar yang 'terhampar' disepanjang tepi jalan -dimana sepanjang jalan itu berderet toko-toko, aku cuma bilang "HUH!!!". Gimana nggak "HUH!!", trotoar yang katanya jalan khusus untuk pejalan kaki, malah dipenuhi dengan sepeda motor dan sepeda ontel. Padahal di seberang jalan, disediakan tempat parkir lho. nggak tau kenapa orang-orang lebih memilih memarkirkan kendaraannya di trotoar daripada di tempat parkir. Mungkin malas, mungkin juga...PELIT!!!
sebagai pejalan kaki sejati, keadaan seperti ini jelas merugikan. aku dan para pejalan kaki lainnya tidak bisa berjalan dengan leluasa dan nyaman.
seperti pagi ini, aku terpaksa menghentikan langkahku karena menunggu seorang pengendara motor, mengatur motornya agar bisa keluar dari trotoar yang sempit itu.
nggak hanya itu, sering juga aku harus jalan meripit-meripit karena trotoar penuh sesak.
Menyebalkan sekali!!! Para pejalan kaki kurang- atau malah enggak- dihargai keberadaannya. Nggak cuma soal trotoar aja. Dalam hal zebra cross juga gitu. Kendaraan bermotor sering nggak mau ngalah. Ada orang nyebrang lewat zebra cross malah diklakson kenceng banget.
Jalan kan bukan milik orang yang berkendaraan saja. Pejalan kaki juga punya hak yang sama dengan yang 'bermotor'.
Yah.... inilah salah satu contoh nggak enaknya hidup di Indonesia. Sabarrrr.... Sabarrr.....

Salah Doa

Naji ponakanku yang tinggal di Malang, dibiasakan sama orangtuanya membaca doa kalo mau ngapa-ngapain, termasuk ketika mau masuk dan mau keluar kamar mandi.
Berhubung aku lupa -lebih tepatnya nggak tau. hehehe- doa masuk dan keluar kamar mandi, jadinya cuma baca bismillah dan hamdalah aja. Tak pikir-pikir, kalo nggak dibiasain baca doa, ntar dia balik Malang terus lupa doanya, aku kan nggak enak sama Ibu dan Abuyanya.
Nah, pagi tadi setelah selesai mandi, sebelum keluar kamar mandi aku suruh dia baca doa. Dengan suara lirih Naji mulai berdoa -dan aku ikutin bacaannya- "Alhamdulillahil ladzii ath'amanaa wa saqonaa wa ja'alanaa minal muslimin". Begitu selesai baca doanya, aku jadi mikir. Tadi itu bukannya doa setelah makan? Waduh, doanya salah nih!
lalu aku bilang ke Naji, "Mas doanya salah. ayo diulang lagi doa keluar kamar mandinya".
"AKU TUH NGGAK BISA! KAN AKU UDAH NGOMONG!" katanya emosi -dengan logat jawa timurnya yang medok banget.
Hihihihi.... aku malah ngekek dewe akhirnya. Bodohnya diriku ini....
Untuk Mbak Udloh dan Mas Shampton: maafkan diriku ya....

Selasa, 01 Juli 2008

Its So Hard To Say Good bye....

Hari Minggu kemarin, Ravi resmi pindah ke Tuban. Juli nanti dia udah mulai masuk SD.
Jika sebelumnya selalu nempel aku, sejak ulangtahunnya yang ke enam tanggal 9 Juni kemarin, Ravi udah jarang sama aku karena Mamahnya ada di Rembang. Sejak itu pula aku merasa mulai ‘kehilangan’ dia. Sejak ada Mamahnya, kalo dia mau makan, mandi, sekolah, belajar, ngaji dan tidur lebih memilih bersama Mamahnya. Aku hanya ‘disamperin’ kalo pas Mamahnya sibuk dengan adiknya. Hiks..
Dan kemarin, ketika Ravi ‘dibawa’ orangtuanya, aku –merasa- benar-benar kehilangan dia. Mungkin aku terlalu mendramatisir. Aku terlalu berlebihan. Tapi itulah yang aku rasakan. Lebih dari 2 tahun aku bersama Ravi. Banyak hal yang aku lalui bersamanya. Jadi wajar kan jika aku merasa kehilangan?
Baru sehari, aku sudah merindukannya. Ketika menulis ini pun, aku nggak bisa menahan air mataku. Aku merindukan suaranya yang cempreng, merindukan cerita-ceritanya yang kadang nggak masuk akal, merindukan tangan kecilnya yang memelukku sebelum tidur, merindukan genggaman erat tangannya ketika berjalan bersamaku, merindukan gaya ‘mr. bean’-nya. Aku merindukan saat-saat berdua bersama Ravi.
Semalam aku mbuka lemari bajunya. liat tumpukan seragam TKnya, mataku langsung berkaca-kaca. Aku kangen nyiapin baju sekolah Ravi, nyiapin bekalnya, nyiapin uang tabungannya. hiks....
aku menyesal dulu ketika bersamanya aku kurang sabar hingga marah-marahin dia. aku beberapa kali bikin dia nangis. if only i could turn back time.....
Mas Ravi, mbak aal minta maaf ya kalo sering marah-marah, sering ngomel-ngomel. Mbak aal cuma pengen yang terbaik buat mas Ravi.
Mas Ravi yang pinter ya disana…..

I Robot

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Aku memang ‘so last year’ banget! Secara film ini udah keluar tahun 2004 kemarin tapi aku baru nonton hari ini. Hehehe.. yah…. better late than never kan? :p
Will Smith memang actor yang OK banget!! Aktingnya di film ini keren, keren & keren!! Will Smith berperan sebagai detektif bagian pembunuhan bernama Del Spooner.
Settingnya digambarkan tahun 2035. di tahun itu, robot sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia. Segala macam pekerjaan manusia dibantu oleh robot. Spooner sendiri tidak begitu suka dengan robot. Alasan kenapa dia nggak suka robot, baru diceritakan di tengah-tengah cerita. Adegan ketika dia menceritakan kisah tragisnya dan juga alasannya kenapa nggak suka robot, sukses bikin aku ikut berkaca-kaca. Kasihan banget… hiks…
Aku bingung bikin reviewnya. Soalnya banyak istilah yang bikin aku puyeng. Hihihi… gimana sih aku ini???
Intinya, ada perusahaan teknologi super canggih –boo…. Gedungnya twinggiiii banget!!- namanya USR yang menciptakan robot seri terbaru –di tahun itu- yang dberi nama NS5. Robot NS5 ini diciptakan oleh dr. Alfred Lanning. Sayangnya belum sempat ‘dilaunching’, dr. Lanning sudah keburu meninggal. Kematiannya mencurigakan. Spooner yang punya feeling kuat kalo dr. Lanning dibunuh, berusaha sekuat mungkin menemukan pembunuhnya.
Spooner mencurigai pimpinan USR, Lawrence Robinson sebagai pembunuh dr. Lenning. Ternyata memang benar Robinson pembunuhnya. Tapi Robinson sendiri juga akhirnya mati karena dibunuh oleh salah satu Robot NS5 bernama Sonny.
Pokoknya seru banget nonton I Robot. Walaupun udah tau kalo ini cuma film, tapi aku tetep aja terkagum-kagum liat teknologi yang serba canggih di film ini. Masak mobil bisa diparkir miring. Nempel di tembok gitu. Hebat kan?? :p

Foto diambil dari sini

P.S. I Love You

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Hillary Swank yang dulu tampil ‘garang’ di film “Million Dollar Baby”, di film ini dia jadi wanita sekali.
Film drama romantis ini menceritakan tentang pasangan suami istri, Holly (Hillary Swank) dan Gerry Kennedy (Gerard Butler) yang sudah hidup bersama selama 9 tahun. Holly belum siap punya anak karena merasa nggak punya cukup banyak uang. Dia maunya punya anak jika sudah punya banyak uang. Hal ini membuatnya bertengkar dengan suaminya –yang ingin sekali punya anak.
Scene berikutnya, diceritakan Gerry meninggal dunia karena tumor otak. Holly jelas shock. Dia mengurung diri di apartemennya selama berhari-hari. Tepat tiga minggu setelah kematian Gerry, Holly berulang tahun yang ke tigapuluh. Keluarga Holly mengunjunginya untuk merayakan ulang tahun bersama. Ketika semua sedang berkumpul, tiba-tiba datang kiriman untuk Holly. Isinya tart ulangtahun. Pengirimnya Gerry! Di dalam box-nya juga ada tape recorder yang berisi suaranya Gerry. Kaget lah semua! How come??!!
Lebih kaget lagi karena Gerry mengatakan akan selalu mengirimi Holly surat untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Pesan Gerry, jangan mencari tau bagaimana caranya surat itu bisa sampai di tangan Holly. Lakukan saja apa yang tertulis di dalam surat. Begitulah, sejak saat itu, Holly jadi menunggu-nunggu surat dari Gerry. Apapun yang dilakukan Holly, semuanya atas ‘perintah’ Gerry.
‘Pertolongan’ Gerry berakhir ketika Holly sudah mendapatkan lagi hidupnya. Hidupnya yang sempat berantakan, sudah mulai tertata lagi berkat bantuan Gerry melalui surat-suratnya.
Agak sedikit kayal memang. Yah… namanya juga film. Hehehe..
Tapi yang suka film drama-drama romantis, cocok banget nih kalo nonton film ini. Romantisss….
Selain jalan ceritanya, yang aku sukai dari film ini; gaya berbusananya Holly. Long coat yang dia pake keren-keren banget! Pengen deh! Tapi masak di Rembang mau pake begituan?? Lak langsung gembrobyosss! Huehehehe …..

Foto diambil dari sini