Selasa, 07 April 2009

My Wedding




Tanggal 14 Maret 2009 aku resmi tidak single lagi. Hehehe...
Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar.
Foto2 berikut ini memang kurang lengkap tapi semoga tetap bisa menghibur. Lhohhh???!!

Sabtu, 10 Januari 2009

PNS

Salah seorang sahabat yang sudah agak lama tidak kontak denganku, kemarin tiba-tiba SMS. Dia menanyakan absennya Jumat Call (JC).
( Sedikit cerita tentang JC ya..
Beberapa bulan yang lalu aku mulai rajin mengirimkan SMS JC kepada teman-temanku. Nggak semuanya sih. Hanya teman-teman yang masih kontak denganku saja. Awal-awalnya, mereka yang dapat SMS langsung kasih komentar. Tapi begitu sudah menjadi ‘kebiasaan’, yang komentar jadi tinggal satu-dua saja. Sebel juga sih. Kok nggak ada yang ngerespon ya? begitu pikirku. Namun aku masih saja ‘loyal’. Setiap Jumat mereka tetap kukirimi SMS. Ini berlangsung sampai banyak Jumat.  
Aku berhenti menyebarkan JC, sejak nggak ada satupun yang ngerespon. (Giliing… masak nggak ada satupun yang ngereply SMSku sih??!! Akhirnya aku putuskan untuk stop saja walaupun aku sendiri masih rutin mendapatkan JC dari Abah)
Beberapa Jumat absen, eh.. teman-teman banyak yang SMS. Mereka kangen JC dan minta dikirimi lagi. “Huuhh.. dasar lu yaaa!!!” batinku.
Karena aku adalah orang yang baik hati, aku bersedia ‘bagi-bagi’ lagi tapi hanya untuk mereka yang minta. Aku berpikiran, yang minta berarti butuh. Yang diem aja, berarti enggak. Hehehe… )
Kembali ke sahabatku lagi. Dia bilang kalo JC berguna banget buat dia. Dia lalu cerita kalo beberapa  hari yang lalu dia sedih banget karena nggak lolos ujian CPNS. Dia sedih karena gagal padahal dia merasa bisa mengerjakan ujiannya.  Untunglah, kesedihannya nggak berlangsung lama karena dia lalu teringat pada salah satu JC yang kukirimkan padanya beberapa bulan yang lalu yang isinya “apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah”. Pesan singkat tersebut berhasil menyadarkannya.
Alhamdulillah, aku bersyukur sekali karena hal kecil yang kulakukan bisa berguna untuk orang lain.
Terus nih.. ngomong-ngomong soal PNS. Sampai saat ini aku belum juga bisa ngerti kenapa orang-orang berlomba-lomba ikut ujian CPNS. Kenapa mereka pengen banget jadi PNS? Bahkan kabarnya nih, ada yang sampai rela membayar puluhan juta demi bisa jadi PNS. OH. MY. GOD!! Sampai segitunya ya??
Aku heran saja, apa sih enaknya jadi PNS. Hehehe…
Sikapku begini mungkin karena di keluargaku nggak ada yang jadi PNS. Jadi bisa dibilang; “Like Parents like Children”. Hehehe….
Begitu bersemangatnya orang-orang  ‘mengejar’ PNS sampai membuatku terheran-heran. Ada salah satu saudaraku yang baru empat hari melahirkan langsung ikut ujian CPNS. Sudah gitu, dia dapat ruangan ujian di lantai dua. Bayangin deh gimana rasanya…
Pernah ada yang tanya padaku. “Nggak pengen ikut ujian CPNS al?”. Halaaah… jangankan pengen. Kepikiran aja enggak. Hihihi….
Yah… memang orang itu beda-beda kok ya? Ya iyalah al!! Mosok podo kabeh?
Oke oke.. Untuk yang berhasil mencapai impiannya menjadi PNS, aku ucapkan selamat! Yang belum berhasil, Jangan sedih.. Mungkin Tuhan punya rencana yang lebih baik lagi untuk Anda. Jadi PNS atau tidak, harus tetep semangat dongggsss!!!

Jumat, 26 Desember 2008

Hidup Bukan Hanya Urusan Perut

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Other
Author:PRIE GS
Bisa dibilang aku telat sekali membaca buku ini. Lha gimana nggak? Buku ini sudah keluar tahun 2007 kemarin tapi aku baru membacanya beberapa hari yang lalu. hehehe... so last year ya? Tapi nggak apa-apalah. Better late than never kan? *ngeles*
Cerita dikit ahhh... Pas lagi ngubek-ngubek koleksi bukunya Abah, tanpa snegaja aku menemukan buku ini. Langsung kuambil dan kubaca. Wahhh.... bukunya bagus!! menghibur dan lucuuuu... aku ngekek-ngekek terus waktu membacanya.
Buku ini berisi kolom-kolom Prie GS dari tiga tempat. Dari Tabloid Cempaka, Suara Merdeka Cyber News dan dari websitenya Andrie Wongso; www.andriewongso.com.
Bahasa yang dipake dalam kolom-kolomnya sangat mudah dicerna. makanan kaleeeeeeeeeeeeee!!
maksudnya, nggak belibet gitu. aku paling suka dan cocok sama buku yang bahasanya nggak berputar-putar (baca: nggak bikin mikir sampai kening berkerut-kerut).
Ceritanya ringan tapi mengandung banyak hikmah.
Ada satu kalimat yang selalu bikin aku tersenyum jika mengingatnya. Salah satu kolomnya berjudul "Ada Nyamuk Berpelukan". Inti ceritanya, si penulis pernah terkena demam berdarah. Banyak teman yang membesuknya. Bukannya menghibur, mereka malah mengejeknya. Kata teman-temannya, uang dari orang-orang yang membesuk lebih besar daripada biaya sakitnya. Setelah dihitung, memang benar. Disitu Prie menulis; "Jadi, sambil terhina, saya berterimakasih juga!".
Hehehe... nggak tau ya, lucu aja membaca kalimat tersebut. Ada-ada saja Pak Prie itu.
Cerita tentang "Badut ULangtahun" juga lucu. Anak-anak dikampungnya Pak Prie yang semula riang gembira karena tau akan kedatangan badut diacara ualngtahun salah satu warga, berubah menjadi histeris ketika sang badut benar-benar datang. Hahaha... aku nggak bisa bayangin deh, ramenya kayak apa tuh kampung. Hihihi...
Ada 55 cerita dalam buku ini dan -menurutku- hampir semuanya menarik. Nggak rugi deh baca buku ini, walaupun telat. hehehe...
Gambar diambil dari sini



Senin, 22 Desember 2008

IBU

aku kemarin diutus Abah ngetik salah satu puisinya yang berjudul IBU. aku baru ngeh kalo puisi tersebut bagussss banget!! aku sampai berkaca-kaca waktu menuliskannya eh mengetiknya.
Dan atas seijin Abah, aku publishkan puisi tersebut disini. ya itung-itung untuk kado Hari Ibu untuk semua Ibu di dunia. hehehe
Jadi, selamat membaca....

IBU

Ibu
Kaulah gua teduh
tempatku bertapa bersamamu
sekian lama
Kaulah kawah
dari mana aku meluncur dengan perkasa
Kaulah bumi
yang tergelar lembut bagiku
melepas lelah dan nestapa
gunung yang menjaga mimpiku
siang dan malam
mata air yang tak brenti mengalir
membasahi dahagaku
telaga tempatku bermain
berenang dan menyelam

Kaulah, ibu, laut dan langit
yang menjaga lurus horisonku
Kaulah, ibu, mentari dan rembulan
yang mengawal perjalananku
mencari jejak sorga
di telapak kakimu

(Tuhan
aku bersaksi
ibuku telah melaksanakan amanatMu
menyampaikan kasihsayangMu
maka kasihilah ibuku
seperti Kau mengasihi
kekasih-kekasihMu
Amin).

1414
(dari buku kumpulan puisi "Pahlawan dan Tikus")

p.s: Selamat hari Ibu untuk semua Ibu di muka bumi ini. Anda semua hebat!!! GOD bless you all!!

Jumat, 12 Desember 2008

Dari OPRAH

Pagi tadi aku terharu banget pas nonton Oprah yang ditayangkan Metro TV. Tema hari ini tentang "Ethical Experiments". Jadi semacam 'tes' yang dilakukan oleh TV ABC untuk mengetahui sejauh mana kepedulian warga Amerika kepada sesama.
Ada banyak skenario untuk 'tes' tersebut. Setiap skenario dimainkan oleh aktor dan aktris dari TV ABC -atau ABC TV ya?.
Bagian yang membuatku terharu yaitu, ketika ada seorang wanita muslim berjilbab -diperankan oleh aktris- masuk ke sebuah toko roti di Texas. Begitu masuk dia langsung ditolak oleh pelayan toko tersebut. Pelayan toko itu seorang aktor juga. Dia bilang: "Kami tidak melayani muslim. Pergi saja ke tempat lain! Kau seorang teroris. Naik ke atas ontamu dan kembalilah ke tempat asalmu!".
Wanita muslim itu bilang kalo dia lahir dan besar di Amerika. Si pelayan membalas dengan ketus "Orang Amerika tidak memakai handuk dikepalanya". Dan dia terus menyudutkan wanita itu dengan kata-kata pedasnya.Si wanita akhirnya meminta tolong pada seorang pembeli pria untuk memesankan roti. Tapi pria tersebut tidak menggubrisnya. Dan lalu pergi meninggalkan wanita tersebut.
Yang bikin sedih, ternyata banyak pembeli yang setuju dengan omongan si pelayan toko. Kenapa ya banyak yang benci sama orang Islam?
Tapi aku juga seneng karena ada juga yang membantu wanita muslim tersebut. Orang-orang yang membela itu mengecam tindakan si pelayan dan banyak juga yang bersumpah tidak akan datang lagi ke tokonya jika dia masih saja mendiskriminasi orang Islam.
Melihat pembelaan orang-orang tersebut aku benar-benar terharu dan langsung pengen nangis. Bukan lebay ya.. Tapi memang benar-benar terharu.
aku jadi  teringat Mbak Ienas. Mudah-mudahan mbak Ienas nggak mendapat perlakuan buruk dari orang Amerika yang sempit pikirannya.
Lebih lengkap tentang episode "Ethical Experiments" klik aja di sini

Kamis, 04 Desember 2008

Maryamah Karpov

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Andrea Hirata
Akhirnya setelah menunggu selama berbulan-bulan, buku terakhir dari seri tetraloginya Andrea Hirata keluar juga akhir Nopember ini. aku langsung beli dooong... hehehe
Namun sayang, ternyata cerita Maryamah Karpov -menurutku lhooo- nggak sedahsyat buku-buku sebelumnya. Kurang gereget gitu deh...
Aku juga sempat kecele dengan sub judulnya "Mimpi-mimpi lntang" -eh benar nggak istilahnya sub judul? :)
aku pikir di dalamnya bakalan banyak bercerita tentang Lintang. eh ternyata nggak. Agak kecewa juga koz aku masih pengen tau banyak soal Lintang. (Mas Ikal, bikin buku soal Lintang doooong. hehehe)
Tapi walaupun agak kurang gereget, buku ini tetap berhasil membuatku berkaca-kaca -di buku pertama s/d terakhir selalu ada bagian yang membuatku 'termehek-mehek'. Yaitu, saat Ikal menceritakan tentang Bapaknya yang akan naik pangkat tetapi ternyata nggak jadi.
Ada cerita yang aku kurang bisa percaya. Cerita ketika Ikal membuat perahu sendiri. Bukan underestimate pada si Ikal tapi kayaknya kok gimanaaa gitu. terlalu ajaib. hihihi....
Cerita selebihnya kebanyakan tentang pencarian Ikal akan sosok A Ling, cinta pertamanya. Segitu cintanya kah Ikal pada A Ling sampai berkorban apa aja? ck.. ck.. ck.. Hebaaatttt!!!
Dan endingnya..... cukup mengharukan dan sedikit mengejutkan. Silahkan membeli bukunya bagi yang penasaran. hehehehe....

Foto diambil dari sini

Sabtu, 25 Oktober 2008

FAST FOOD

Kemarin, aku makan siang kesorean di salah satu restoran cepat saji. Aku kaget begitu masuk restoran tersebut. Bukan jam makan tapi pwenuh banggeedd..
Setelah celingak-celinguk, akhirnya aku memilih duduk semeja dengan seorang perempuan yang juga sendirian. Lucu juga semeja, duduk sebelahan tapi nggak ngomong apa-apa. Rasanya baru kali ini deh aku makan semeja dengan orang asing. Hehehe…
Sambil makan aku memperhatikan orang-orang di restoran tersebut. Kebanyakan anak-anak muda gitu dehh.. aku perhatikan banyak yang udah kelar makan tapi tak juga beranjak dari kursinya. Apalagi yang berdua-duaan tuh. Halah… dilama-lamain deh!
Yang menarik, ada sepasang anak muda yang hanya diem-dieman. Setelah menghabiskan minumannya, yang cewek dengan cuek bebehnya langsung ngeloyor pergi dengan muka cemberut tanpa berkata sepatah katapun kepada si cowoknya. Si cowok nggak segera mengejar kekasihnya. Pas udah jalan agak jauh, baru deh si cowok berdiri dan menyusul si cewek. Aku langsung bias menebak apa yang sedang terjadi diantara mereka. Pasti mereka lagi berantem. Hehehe…
Mataku kembali mencari-cari. Tapi nggak ada yang menarik lagi. Yang ada, aku malah sebel liat orang-orang udah nggak ngapa-ngapain –hanya ngobrol ajah- tapi nggak segera bangkit dari kubur eh kursi. Menurutku restoran fast food tuh nggak cucok untuk berlama-lama. Restoran ini hanya pas untuk makan. Bukan untuk ngobrol ngalor ngidul apalagi buat meeting.
Restoran cepat saji atau fast food, sesuai artinya memang restoran yang menyajikan makanan dalam waktu cepat. Tapi aku juga memaknainya –ceilee..- dengan “makan secara cepat (=fast food)”. Hehehe…. 
Kenapa kubilang begitu? Yah… kan banyak orang yang pengen makan disitu. Kasihan kan kalo mereka musti berdiri, menunggu kursi kosong. Padahal mungkin mereka sudah kelaparan. Sementara yang duduk-duduk sudah kekenyangan. Harus pengertian lah..
Kalo pengen ngobrol panjang lebar ngalor ngidul ngetan ngulon atau pengen berlama-lama dengan pujaan hati, sebaiknya pilih tempat yang nggak jadi favoritnya banyak orang. Hehehe…
Lagian kalo sepi kan tambah syahdu tuk suasananya. Hahaha… *setan*
Yah… tapi ya gimana ya? Nggak semua orang punya rasa pengertian yang tinggi. Mereka merasa berhak berlama-lama karena mereka duduk di tempat itu juga nggak gratis alias bayar. Jika ingin santai dan makan berjam-jam, tempat yang paling nyuaman adalah di rumah masing-masing. Hihihi..